Kuliah Tamu BE3107 Prinsip-Prinsip Pemisahan Bioproduk : Aplikasi Super Pro Designer dalam Proses Bioseparasi

Pada Kamis, 26 November 2020, Program Studi Rekayasa Hayati melaksanakan kuliah tamu dengan topik Aplikasi Super Pro Deisgner dalam Proses Bioseparasi. Kuliah tamu ini merupakan salah satu agenda kelas BE3107 Prinsip-Prinsip Pemisahan Bioproduk yang dibawakan oleh Dr. Dzun Nuraini Jimat. Beliu merupakan dosen di Departement of Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia. Acara yang diadakan melalui zoom meeting tersebut dipandu oleh Dr. Muhammad Yusuf Abduh sebagai moderator dan dihadiri sebanyak 51 peserta. Selain mahasiswa ITB, acara ini juga dihadiri oleh beberapa peserta dari instansi lain seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut dimulai dengan sambutan oleh moderator serta pengenalan singkat tentang profil dan fokus penelitian yang dilakukan oleh narasumber, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi.

Pada sesi pertama, Dr. Dzun Nuraini Jimat memaparkan bagaimana tantangan penggunaan aplikasi Super Pro Design untuk menghasilkan bioproduk dengan proses yang efisien dan ekonomis dengan kemurnian tinggi dari campuran molekul kompleks yang terkait dengan fungsi serta kotoran dan kotaminan yang memiliki sifat fisik dan kimia serupa. Dalam desain bioproses, terdapat beberapa hal perlu diperhatikan, yaitu biaya, sumber daya, bahan baku dan utilitas, ukuran optimum (ukuran batch, waktu yang dibutuhkan untuk produksi, dan berapa banyak produk yang dapat dihasilkan per tahun), penjadwalan dan identifikasi hambatan, dampak lingkungan, alternatif, dan produk lain yang dapat dihasilkan. Proses biseparasi terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu : pemisahan bahan yang tidak larut  (bertujuan untuk memisahkan partikel melalui proses filtrasi, sedimentasi, ekstraksi, atau adsorpsi), isolasi produk (bertujuan untuk memisahkan material yang tidak diinginkan melalui proses ekstraksi, adsorpsi, ultrafiltrasi, atau presipitasi), purifikasi (bertujuan untuk menghilangkan kotoran melalui proses kromatografi, metode afinitas, atau kristalisasi), dan polishing (bertujuan untuk menghilangkan cairan dan mengubah produk menjadi bentuk kristal melalui proses pengeringan atau kristalisasi).

Pada sesi kedua, acara kuliah tamu dilanjutkan dengan pemberian contoh dan studi kasus serta simulasi singkat penggunaan aplikasi super pro design. Selama keberjalanan acara, terdapat diskusi yang interaktif antara narasumber dan peserta, karena Dr. Dzun selalu mengajak peserta untuk berdiskusi terkait studi kasus, salah satunya pada proses produksi etanol, sehingga terjalin komunikasi dua arah. Setelah selesai pemaparan materi, acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Antusiasme peserta pun terlihat dari banyaknya pertanyaan dari beserta yang ingin berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi saat mengoperasikan aplikasi Super Pro Designer, kendala saat penggunaan aplikasi, serta konsultasi terkait pemilihan senyawa alternatif yang diinputkan pada aplikasi jika senyawa yang akan dianalisis tidak terdapat di dalam pangkalan data piranti lunak tersebut. Menurut Albert Setiawan salah satu mahasiswa Prodi Rekayasa Hayati yang mengikuti kuliah tamu tersebut sangat interaktif karena Dr. Dzun sering bertanya dan mengajak peserta untuk berdiskusi sehingga acara berlangsung tidak monoton, dan berharap akan ada lagi pelatihan atau kuliah lanjutan untuk praktik dan mensimulasikan penggunaan aplikasi secara langsung. Selain itu, menurut Ammy Rita Manalu yang merupakan peserta dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa materi yang disampaikan dalam kuliah tamu ini sangat bermanfaat dan dapat digunakan untuk mendesain proses pengolahan limbah. Setelah selesai berdiskusi, acara pun ditutup dengan foto bersama (Gambar 1) dan ucapan terimakasih dari moderator dan para peserta.

Berita Terkait

EnglishIndonesia