Melakukan Perbaikan Berkelanjutan, Prodi Rekayasa Hayati Menyelenggarakan Lokakarya Portofolio

Dalam rangka melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sejalan dengan mutu pendidikan di ITB, pada Rabu, 26 Agustus 2020 Prodi Rekayasa Hayati melaksanakan Lokakarya Portofolio untuk mengevaluasi kegiatan perkuliahan tahun ajaran 2019/2020. Kegiatan lokakarya tahun ini merupakan kegiatan lokakarya pertama Prodi Rekayasa Hayati yang dilaksanakan secara daring. Acara yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini, bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian pembelajaran mahasiswa pada setiap mata kuliah, mengevaluasi fasilitas dan kualitas pengajaran yang perlu diperbaiki, dan merumuskan langkah perbaikan untuk kedepannya.

Lokakarya ini diawali dengan pembukaan dari Kaprodi Rekayasa Hayati (Dr. Muhammad Yusuf Abduh), yang menyampaikan informasi bahwa pada tahun ini Prodi Rekayasa Hayati akan melakukan Akreditasi IABEE, dan dilanjutkan dengan presentasi oleh Gugus Kendali Mutu Prodi Rekayasa Hayati (Neil Priharto, S.Si., M.T) yang memaparkan hasil asesmen beberapa mata kuliah yang diases. Selain itu pada kesempatan ini juga dijelaskan kembali bagaimana proses melakukan asesmen dengan menggunakan sistem baru yang dikembangkan oleh SPM ITB supaya hasil capaian pembelajaran yang dievaluasi lebih komprehensif.

Menurut Prof. Dr. Robert Manurung, proses perhitungan asesmen baru yang dikembangkan oleh SPM merupakan suatu tools yang baik untuk mengukur penguasaan capaian pembelajaran mahasiswa, dan diharapkan prodi dapat membuat panduan lengkap melakukan asesmen tersebut supaya langkah-langkah proses asesmen dapat mudah dipahami oleh dosen dan dilakukan secara rutin setiap semesternya.

Selain membahas hasil asesmen, pada kesempatan kali ini para dosen juga melakukan sharing dan diskusi terkait pelaksanaan perkuliahan daring dan tugas akhir penelitian mahasiswa yang akan diselenggarakan pada tahun ajaran 2020/2021. Dalam diskusi tersebut para dosen saling berbagi tips bagaimana mengatur jadwal kuliah tatap muka, mengecek partisipasi mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan, dan bagaimana cara mensiasati keberlanjutan pelaksanaan penelitian tugas akhir jika mengikuti anjuran Direktorat Pendidikan ITB dengan melakukan studi literatur tanpa harus mengorbankan pengalaman mahasiswa melaksanakan penelitian langsung di lapangan.

Kegiatan lokakarya portofolio ini tentu menjadi kesempatan bagi para dosen untuk menyampaikan tanggapan serta ajang bertukar pikiran terkait saran yang membangun untuk pengembangan prodi ke arah yang lebih baik lagi kedepannya. Selain itu, kehadiran dosen baru yang pertama kali mengikuti kegiatan portofolio ini juga mampu memberikan ide-ide segar yang disesuaikan dengan kondisi terbaru saat ini. Di penghujung lokakarya ini, Kaprodi juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para dosen yang telah menghadiri acara ini dan ditutup dengan screenshot foto bersama.

Berita Terkait

EnglishIndonesia