Menyambut Semester Baru, Prodi Rekayasa Hayati Melaksanakan Evaluasi Perkuliahan Daring

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di ITB, pada Kamis, 21 Januari 2021 Prodi Rekayasa Hayati melaksanakan Lokakarya Asesmen Capaian Pembelajaran untuk mengevaluasi kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan pada semester 1 tahun ajaran 2020/2021. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap satu semester ini, bertujuan untuk koordinasi terkait kegiatan perkuliahan terutama di masa pandemi, serta evaluasi capaian pembelajaran, dan pelaksanaan tugas akhir untuk merumuskan langkah perbaikan untuk ke depannya. Lokakarya ini diawali dengan pembukaan dan pemaparan hasil asesmen capaian pembelajaran serta hasil survei tingkat pemahaman mahasiswa terhadap pelaksanaan kuliah daring oleh Kaprodi Rekayasa Hayati (Dr. Muhammad Yusuf Abduh). Selain memaparkan hasil asesmen semester 1 tahun ajaran 2020/2021, pada kesempatan ini juga disosialiasasikan kembali rencana asesmen untuk semester 2 tahun ajaran 2020/2021, serta alur proses asesmen capaian pembelajaran yang berjalan di Prodi Rekayasa Hayati. Berdasarkan hasil asesmen yang sudah dilakukan pada beberapa mata kuliah menunjukkan bahwa capaian pembelajaran yang diperoleh mahasiswa Rekayasa Hayati memiliki hasil yang baik.

Berdasarkan hasil survei evaluasi perkuliahan daring yang berjalan di Prodi Rekayasa Hayati menunjukkan bahwa proses perkuliahan sebagian besar dilaksanakan secara sinkron (melaksanakan kuliah tatap muka), dan sebagian kombinasi sehingga tidak memberatkan penggunaan kuota mahasiswa dan mengurangi tingkat kejenuhan dosen dan mahasiswa untuk terus bekerja dan belajar di depan laptop. Meskipun perkuliahan dilaksanakan secara daring, mahasiswa masih dapat memahami materi yang diberikan oleh dosen. Hasil survei ini juga menjadi bahan evaluasi untuk keberlanjutan proses perkuliahan untuk ke depannya agar pelaksanaan perkuliahan yang dilaksanakan jauh lebih baik. Kendala yang sangat terasa akibat proses pelaksanaan perkuliahan daring adalah mata kuliah praktikum yang tidak dapat melaksanakan percobaan langsung di laboratorium, sehingga harapannya meskipun praktikum dilaksanakan secara daring, mahasiswa tetap dapat melaksanakan percobaan sederhana yang dapat dilakukan oleh mahasiswa di rumah masing-masing.

Dalam kesempatan ini juga dibahas terkait keberlanjutan pelaksanaan tugas akhir mahasiswa terkait kepastian pembukaan kembali akses masuk kampus untuk penelitian mahasiswa S1 dan evaluasi keberjalanan tugas akhir di tahun 2020. Berdasarkan kendala yang dihadapi oleh setiap mahasiswa dalam pelaksanaan tugas akhir, para dosen saling berbagi tips untuk dan bagaimana cara menyiasati keberlanjutan pelaksanaan seperti mengubah pelaksanaan percobaan sederhana yang bisa dilakukan dari rumah masing-masing, atau membuat alat sederhana yang dapat menggantikan fungsi alat yang ada di laboratorium, sehingga mahasiswa akan dilatih untuk mencari alternatif yang tidak terpaku pada instrumen yang mahal dan sulit untuk dijangkau.

Dengan adanya kegiatan rutin evaluasi perkuliahan ini harapannya akan meningkatkan kualitas pengajaran di Prodi Rekayasa Hayati dan memperbaiki kendala-kendala pelaksanaan pembelajaran pada semester-semester sebelumnya.

Berita Terkait

EnglishIndonesia