Pengalaman Budidaya Hidroponik di Era Pandemi

Penulis : Ruli Juliansyah 11217015

Pandemi covid-19 menyebabkan saya lebih banyak menghabiskan waktu dirumah dan hanya mengikuti perkuliahan secara online. Semakin lama saya merasa bosan dan jenuh dengan kebiasaan yang saya lakukan di rumah seperti bermain gadget dan menonton film. Saya terus memikirkan kegiatan apa yang bisa mengatasi kejenuhan saya dan tentunya lebih produktif. Berawal dari tugas mata kuliah Plant Growth Modelling untuk melakukan penelitian kecil mengenai microgreen dari tanaman kangkung membuat saya terinspirasi untuk melakukan sesuatu yang lebih produktif yaitu budidaya tanaman hidroponik. Dengan begitu, saya bisa medapatkan pengalaman baru sekaligus mengaplikasikan pengetahuan yang sebelumnya didapatkan dari perkuliahan. Dari sini saya mulai mencari lebih banyak informasi melalui browsing-browsing di google dan menonton beberapa video youtube untuk menambah pemahaman saya mengenai hidroponik.

Pada akhirnya saya pun memutuskan untuk membuat hidroponik dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique) karena saya merasa hidroponik sistem wick yang kebanyakan digunakan pemula terlalu sederhana dan kurang menantang, lagi-lagi saya ingin melakukan sesuatu yang lebih. Selanjutnya, saya mulai merancang dan membuat instalasi hidroponiknya. Saya membeli bahan dan peralatan untuk hidroponik melalui online shop karena harganya lebih terjangkau. Kecuali untuk pipa PVC, karena mempertimbangkan kemudahan pengiriman barang. Bersama adik saya, pipa tersebut kemudian dirangkai hingga menjadi set hidroponik sistem NFT yang dilengkapi pompa untuk menciptakan sirkulasi air nutrisi.

Karena ini adalah pengalaman pertama dalam budidaya hidroponik. Saya memulainya dengan menanam tanaman sayuran, karena tanaman sayuran ini memiliki waktu panen yang realtif singkat yaitu 1 hingga 1,5 bulan sehingga saya bisa dengan cepat menikmati hasilnya. Beberapa jenis sayuran yang saya tanam diantaranya ada kangkung, pakchoy, bayam dan caisim. Proses semai dilakukan selama 2-4 hari. Biji yang tumbuh kemudian dipindahkan ke lubang tanam pada sistem hidroponik. Selama masa pertumbuhan, saya merawat tanaman dan mengecek kadar nutrisinya secara berkala untuk memastikan tanaman hidroponik mendapat nutrisi yang cukup sehingga dapat tumbuh optimal. Selain sistem NFT, untuk meningkatkan kapasitas budidaya tamanan hidroponik, saya juga membuat set hidroponik sistem wick dengan memanfaatkan styrofoam bekas kotak nasi sebagai bak penampungan air nutrisinya.

Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat selama proses pembuatan instalasi hidroponik hingga membudidayakan tanaman sayuran hidroponik. Adanya berbagai masalah yang muncul selama budidaya hidroponik tidak membuat saya menyerah, justru saya semakin tertantang untuk terus belajar dan mempelajari tentang hidroponik. Saya pun sangat senang dan menikmati selama melakukan budidaya tanaman secara hidroponik ini.

Berita Terkait

EnglishIndonesia