Kuliah Tamu Mengenai Biomolecular Approach for Enhancing Pharmaceutical Bioproduct

Pada tanggal 26 November 2019, Program Studi Rekayasa Hayati mengadakan kuliah tamu yang mengundang Ibu Fainmarinat Inabuy, Ph.D. Kuliah tamu ini merupakan salah satu agenda dari Mata Kuliah Biology for Engineer yang diampu oleh Dr. Agus Dana Permana dan Dr. Erly Marwani. Ibu Fainmarinat merupakan lulusan dari Washington State University, USA. Konsentrasi penelitian beliau mengenai biosintesis produk natural dari tumbuhan melalui profil metabolomik dan transkriptomik. Pada kuliah tamu ini, Ibu Fima, begitu nama sapaannya, membahas topik biomolecular approach for enhancing pharmaceutical bioproduct yang dibagi menjadi 3 subtopik, yakni transcriptomic profiling, DNA barcoding, dan Oxford Nanopore Sequencing.

Presentasi dibuka dengan pengenalan terhadap metabolit sekunder taxol dan triptolide yang sedang diteliti oleh Ibu Fima. Taxol dan triptolide merupakan senyawa yang berfungsi sebagai antikanker dan kebutuhannya sangat tinggi di dunia. Namun, umumnya metabolit tersebut diproduksi dalam jumlah yang sedikit, yakni kurang dari 0,1% dari berat kering tanaman, dan hanya diproduksi pada bagian juga kondisi tertentu. Terdapat beberapa cara untuk meningkatkan produksi dari metabolit tersebut diantaranya adalah dengan kultur sel atau jaringan tumbuhan, elisitasi, imobilisasi sel, atau rekayasa genetika.

Tahapan awal yang perlu diketahui untuk meningkatkan produksi suatu metabolit adalah biosynthesis pathway. Dalam penyusunan gagasan biosynthesis pathway, diperlukan informasi mengenai gen-gen yang berperan dalam keseluruhan proses sintesis metabolit tersebut. Harapannya, dengan mengetahui gen yang berperan dalam pembentukan enzim spesifik, kita dapat menentukan treatment yang dilakukan pada tumbuhan untuk meningkatkan metabolit yang kita inginkan secara tepat. Sehubungan dengan tujuan tersebut, Ibu Fima mengenalkan pada mahasiswa tentang ikhtisar proses teknis dalam transcriptomic profiling yang melibatkan Illumina Sequencing dan isolasi RNA, yang nantinya akan memberikan informasi mengenai urutan basa nitrogen dan kelimpahan gen di dalam sel.

Transkriptomik merupakan studi mengenai transkripsi RNA secara menyeluruh. Secara umum, gen di dalam sel akan diekspresikan melalui proses transkripsi yang akan menghasilkan RNA. Proses ini merupakan salah satu tahapan yang dapat direkayasa dari sel, dimana kita dapat mengatur tingkat ekspresi dari jenis gen tertentu melalui pendekatan rekayasa lingkungan atau melalui pendekatan molekuler seperti penggunaan RNA interference (RNAi). Ekspresi gen tertentu dapat ditingkatkan (upregulated) atau diturunkan (downregulated) tergantung dari peran gen tersebut terhadap produksi metabolit, fluktuasi dari ekspresi ini yang kemudian disebut profiling.

DNA barcoding merupakan metode untuk melengkapi informasi morfologis dalam identifikasi spesimen. Ibu Fima kemudian menjelaskan tahapan-tahapan dalam melakukan DNA Barcoding, dimulai dari Polymerase Chain Reaction (PCR), interpretasi data sekuens atau urutan basa nukleotida menggunakan software, dan pengolahan data dengan menggunakan gene library. Selanjutnya, Ibu Fima memberikan studi kasus mengenai pengaplikasian metode DNA Barcoding dalam menelusuri tindak kriminal pencampuran daging dan pembunuhan spesies langka. Terakhir, Ibu Fima mengenalkan Oxford Nanopore Sequencing. Metode ini merupakan sequencing generasi ketiga, setelah Sanger dan Illumina Sequencing, yang memungkinkan proses sequencing dilakukan dengan sangat cepat hingga 400 basa nukleotida per detik dan dapat dilakukan secara mobile. Penjelasan dari Ibu Fima dilengkapi dengan informasi mengenai kemajuan SAINTEK yang memukau mahasiswa.

Akhirnya, kuliah tamu ini ditutup dengan sesi tanya-jawab dan foto bersama dengan mahasiswa. Kuliah tamu ini meningkatkan pengetahuan mahasiswa Rekayasa Hayati mengenai keterkaitan rekayasa dengan sistem biologi. Menurut Angelica Wiliana, salah satu mahasiswa yang menjadi peserta dalam kuliah tamu tersebut, kuliah tamu ini memberikan perspektif yang baru mengenai rekayasa, khususnya dalam pendekatan molekuler. Angelica menambahkan bahwa Ibu Fima membagikan energi dan semangat melalui setiap kata dalam penjelasannya, sehingga kuliah tamu ini sangat inspiratif dan berkesan. Angelica menyebutkan bahwa dirinya semakin semangat untuk mendalami dan mengeksplorasi dunia rekayasa.

Foto Ibu Fainmarinat Inabuy, Ph.D dengan Mahasiswa Rekayasa Hayati

Berita Terkait

EnglishIndonesia