Program Studi Rekayasa Hayati Raih Akreditasi Internasional IABEE

Penulis : Fakhira Rifanti M. (Asisten Akademik)

Setelah melalui rangkaian panjang proses evaluasi akreditasi internasional di tahun 2018, akhirnya Program Studi Rekayasa Hayati berhasil meraih akreditasi internasional IABEE atau Indonesian Accreditation Board for Engineering Education. Pernyataan akreditasi disampaikan langsung melalui surat resmi IABEE kepada Ketua Program Studi Rekayasa Hayati yaitu, Dr. M. Yusuf Abduh pada Kamis, 20 Desember 2018 lalu. Perolehan ini tentu merupakan kabar baik bagi program studi dan menjadikan Program Studi Rekayasa Hayati sebagai program studi pertama di ITB yang terakreditasi IABEE dengan tipe evaluasi umum (General Accreditation). IABEE sendiri merupakan lembaga yang dibentuk oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang bertanggungjawab terhadap akreditasi program studi di bidang teknik, teknologi dan komputasi pada jenjang sarjana. Standar akreditasi IABEE ini berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education) dan sudah mengacu pada standar internasional yaitu Washington Accord.

Dalam mendapatkan akreditasi IABEE, Program studi Rekayasa Hayati menjalani beberapa tahap proses evaluasi yang memakan waktu sekitar 7 bulan, dimulai dari tahap permohonan evaluasi pada bulan April 2018, visitasi pada bulan Oktober 2018 dan penetapan akreditasi bulan Desember 2018. Adapun kriteria yang dievaluasi mencangkup Orientasi Kompetensi Lulusan, Pelaksanaan Pembelajaran, Penilaian Capaian Pembelajaran yang diharapkan dan Perbaikan Berkesinambungan.

Dr. M. Yusuf Abduh selaku Ketua Program Studi Rekayasa Hayati menyampaikan bahwa prestasi yang diraih ini merupakan hasil kerja keras yang melibatkan banyak pihak. ITB selaku institusi terus mendukung program studi pada saat menjalani proses evaluasi, tak lupa juga pihak SPM (Satuan Penjaminan Mutu) ITB, SITH ITB dan Tim Akreditasi Internal Prodi.

“Saya menghaturkan terima kasih kepada  semua pihak yang sudah terlibat secara langsung atau tidak langsung selama proses akreditasi IABEE. Semoga hasil ini akan mendorong program studi Rekayasa Hayati untuk terus bekembang dan menjadi lebih baik lagi. Set your targets high and exceed them”, tutur Dr. M. Yusuf Abduh.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish