Presentasi Penelitian Nida Icyer, Pemanfaatan Kulit Kopi untuk Produksi Minuman Cascara

Valorization of Coffee Cherry Pulp to Produce Cascara Drinks. Judul presentasi inilah yang diangkat oleh Nida Icyer, mahasiswa asal Yildiz University Turki yang mengikuti program internship di Prodi Rekayasa Hayati ITB. Presentasi dilaksanakan pada Rabu, 17 Juli 2019 di Ruang Rapat II Labtek 1A, ITB Kampus Jatinangor. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen-dosen dan mahasiswa dari Prodi Rekayasa Hayati. Presentasi memuat laporan kegiatan penelitian yang telah Nida lakukan selama 21 hari. Penelitian di bawah bimbingan Dr. M. Yusuf Abduh ini memuat optimasi kondisi penyeduhan cascara untuk menghasilkan minuman cascara dengan citarasa yang tinggi.

 

 

Selama penelitiannya, Nida melakukan optimasi rasio antara cascara dengan air, temperatur air, waktu penyeduhan, dan ukuran partikel cascara untuk menghasilkan minuman seduhan yang penuh cita rasa. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa rasio terbaik untuk membuat minuman seduhan cascara adalah 25 gram cascara dalam 100 ml air bersuhu 94oC. Ukuran partikel cascara yang direkomendasikan adalah 1 mm – 2 mm dengan kadar air bernilai 10% untuk meningkatkan keawetan produk. Adapun waktu penyeduhan yang optimal untuk menghasilkan cascara dengan keasaman yang tepat adalah empat menit.

Selain melakukan optimasi kondisi penyeduhan, Nida juga melaporkan bahwa penelitiannya memuat formulasi campuran antara cascara dengan ekstrak buah-buahan serta pengujian polifenol dari setiap campuran tersebut. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa campuran ekstrak ceri sebanyak 2 gram pada 4 gram cascara mampu menghasilkan cascara dengan cita rasa yang lebih baik, sedangkan konsentrasi polifenol paling tinggi diperoleh dari campuran cascara dengan ekstrak raspberry dengan nilai konsentrasi 1,29%. Dalam akhir presentasinya, Nida menyatakan bahwa penelitian yang dilakukannya masih sangat sederhana sehingga diperlukan penelitian yang lebih komprehensif untuk menghasilkan minuman cascara dengan citarasa yang lebih baik berdasarkan pendekatan- pendekatan dari parameter lainnya.

 

 

“Mengikuti internship di ITB ini merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan”, begitu menurut Nida setelah menyelesaikan presentasinya. Bagi Nida, program internship ini merupakan kesempatan bagi dirinya untuk meningkatkan hardskill seperti penggunaan alat laboratorium, analisis data, dan interpretasi data, serta softskill seperti manajemen waktu. Nida berterima kasih kepada ITB, khususnya Program Studi Rekayasa Hayati yang telah memberinya kesempatan untuk menjalani program ini.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish