Pandemi COVID-19, HMRH ITB Melaksanakan PPAB Secara Daring

Terdapat hal yang berbeda pada kegiatan Program Penerima Anggota Baru (PPAB) Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH-ITB) tahun ini. Adanya pandemi COVID-19 mengharuskan seluruh anggota melaksanakan kegiatan pengenalan jurusan yang diselenggarakan oleh himpunan secara daring sehingga peserta bisa tetap tinggal di rumah sambil menyimak materi pengenalan jurusan. Kegiatan PPAB hari ke-0 ini dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2020 yang diikuti oleh 52 orang mahasiswa angkatan 2019 (Gambar 1).

Gambar 1. Peserta PPAB Mahasiswa Rekayasa Hayati 2019

Pembukaan kegiatan PPAB tahun ini diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik (WDA) SITH ITB (Dr. Indra Wibowo), Ketua Program Studi Rekayasa Hayati (Dr. Muhammad Yusuf Abduh), dan Dosen Pembina Kemahasiswaan (Neil Priharto, S.Si., M.T). Kegiatan PPAB tahun ini mengangkat tema Kerajaan Esculenta Realm dan pensuasanaan Minecraft dengan misi peserta harus mengembalikan kejayaan kerajaannya. Tujuan dari kegiatan PPAB tahun ini adalah menjadikan mahasiswa Prodi Rekayasa Hayati angkatan 2019 memiliki semangat berkarya dan motivasi berprestasi yang selaras dengan kegiatan akademik dan non-akademik atas dasar nilai aktif, adaptif, inovatif, dan sistematis untuk menunjang proses perkuliahan dan kemahasiswaan di Prodi Rekayasa Hayati.

Dalam sambutannya, WDA menyampaikan bahwa adanya pandemi ini membuat kegiatan PPAB menjadi yang paling unik diantara kegiatan PPAB lainnya. Meskipun dilaksanakan secara daring diharapkan kegiatan ini tetap dapat memberi pemahaman mengenai lingkungan yang ada di Prodi Rekayasa Hayati untuk mengenali struktur organisasi kemahasiswaan dan sistem pembelajaran, mampu meningkatkan kesadaran sebagai warga Indonesia sebagai bentuk rasa cinta tanah air, memahami kompetensi hard skill dan soft skill untuk dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, terciptanya hubungan sosial dengan orang lain yang didasari padakepercayaan, persahabatan, dan kekeluargaan diantara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta membuat mahasiswa menjadi lebih kreatif dan inovatif. Dalam akhir sambutannya, WDA juga berpesan kepada seluruh panitia dan peserta untuk tetap menjaga kesehatanya dan tetap mengedepankan prinsip kebermanfataan, kauntabilitas, transparansi, dan efektifivitas dalam pelaksanaan PPAB.

Selanjutnya, Ketua Program Studi Rekayasa Hayati (Dr. Muhammad Yusuf Abduh) (Gambar 2), menjelaskan kata yang sesuai untuk menggambarkan Program Studi Rekayasa Hayati, yaitu “Berwarna-warni”, dan menyampaikan bahwa banyak peluang di masa depan untuk mengembangkan bioindustri di Indonesia. Bapak Yusuf menyampaikan bahwa buat pertama kalinya kuota mahasiswa yang diterima Program Studi Rekayasa Hayati ditingkatkan dari 40 menjadi 52 mahasiswa. Hal demikian menjunjukkan bahwa Program Studi Rekayasa Hayati semakin banyak dikenal sehingga banyak mahasiswa yang tertarik untuk mendalami ilmu Rekayasa Hayati. Selain itu, mahasiwa yang diterima juga memiliki nilai indeks prestasi yang baik denan nilai indeks prestasi yang tertinggi adalah 3.96. Beliau juga berharap bahwa mahasiswa yang sudah ditempa selama masa TPB akan menjadi lebih tangguh dan berprestasi di Prodi Rekayasa Hayati, mampu mengembangkan hard skill dan soft skil selama belajar dan berkembang di Prodi Rekayasa Hayati, serta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bapak Yusuf mengakhiri sambutannya dengan kata penyemangat, Live life to the fullest, sky is the limit.

Gambar 2. Sambutan dari Ketua Program Studi Rekayasa Hayati

Walaupun melaksanakan kegiatan PPAB dengan segala keterbatasan, Pak Neil sebagai dosen pembimbing kemahasiswaan juga berharap setiap mahasiswa angkatan 2019 dapat mengikuti kegiatan PPAB dan perkuliahan dengan baik, sehingga dapat menyerap seluruh keilmuan yang ada di rekayasa hayati.

Kegiatan PPAB hari ke-0 diakhiri dengan seruan yel-yel PPAB HMRH 2020 dan pemberian kata-kata penyemangat dari peserta PPAB 2020 untuk peserta lainnya. Misbah Baihaqi selaku salah satu perwakilan dari mahasiswa Rekayasa Hayati 2019 mengingatkan teman-temannya agar tidak lupa untuk menikmati proses keberlangsungan PPAB HMRH-ITB. Selain itu, Hana Safira juga berpesan kepada teman-teman angkatan 2019 untuk selalu menjaga semangat dan kesehatan mereka selama mengikuti kegiatan PPAB HMRH-ITB.

Pada PPAB hari ke-1, peserta PPAB HMRH-ITB Mohamad Ramdhani menyampaikan harapannya bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa Rekayasa Hayati 2019 dapat mengenal lingkungan akademik Program Studi Rekayasa Hayati, keorganisasian HMRH-ITB, dan juga lingkungan Jatinangor. Ramdhani juga berharap bahwa mereka dapat lebih mengerti apa itu Rekayasa Hayati dan mampu menjelaskannya ke masyarakat. Mahasiswa Rekayasa 2019 lainnya, Daffa Hisyam, juga mengutarakan ekspektasinya terhadap PPAB HMRH-ITB, yaitu setelah mengikuti kegiatan ini mahasiswa Rekayasa Hayati 2019 dapat menjadi lebih dekat dengan mahasiswa lainnya, dosen, dan tenaga kependidikan. Ia juga berharap mereka dapat lebih mengerti konsep kemahasiswaan dan lebih peka terhadap lingkungannya.

Berita Terkait

EnglishIndonesia