Meningkatkan Wawasan Wirusaha Melalui Kuliah Tamu Manajemen Risiko Strategis

Pada Senin, 1 Maret 2021, Program Studi Rekayasa Hayati melaksanakan kuliah tamu yang merupakan agenda kelas BE4208 Manajemen Bioindustri dengan topik, “Manajemen Risiko Strategis dalam Pencapaian Rencana Bisnis Usaha Berbasis Agroindustri”. Kegiatan yang diselenggarakan melalui zoom meeting ini dihadiri sebanyak 62 peserta. Selain mahasiswa Rekayasa Hayati, kuliah tamu ini juga dihadiri oleh berbagai peserta yang berasal dari instansi lain seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia. Acara yang dipandu oleh Ibu Dr. Yooce Yustiana ini, diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Bapak Dr. Angga Dwiartama yang menjelaskan serta memperkenalkan SITH secara singkat, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang diberikan oleh Bapak Ir. M Haris Witjaksono, M.E. yang merupakan Direktur Komersial 2 PT SUCOFINDO (Persero).

Dalam persentasinya, Bapak Ir. M Haris Witjaksono, M.E. menjelaskan untuk dapat meminimalisir risiko, maka risiko tersebut perlu diidentifikasi, dikelola, dan diubah menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan. Contohnya, letak goegrafis Indonesia yang berada diantara dua benua dan dua samudra berpotensi untuk menjadi titik pertemuan perdagangan internasional. Dalam pemaparannya, beliau memberikan contoh identifikasi risiko yang seringkali terjadi serta teknologi yang digunakan pada industri kelapa sawit. Tantangan pada sektor agroindustri dari sisi on farm antara lain input yang digunakan untuk budidaya pertanian, cuaca yang tidak menentu, serta penanganan pasca panen, salah satunya kandungan pestisida yang masih melebihi ambang batas untuk kualitas produk ekspor. Selain itu, pada sektor distribusi Indonesia belum dapat menghasilkan produk secara kontinyu, karena masih sangat bergantung pada musim, sehingga di Indonesia terkenal dengan istilah panen raya yang menyebabkan harga produk yang sangat fluktiatif, teknik penyimpanan yang masih kurang baik sehingga banyak menimbulkan kerusakan produk, dan rata-rata para petani menjual produknya melalui perantara. Sementara risiko yang terjadi di industri adalah pemrosesan dan quality control. Untuk dapat mempertahankan bisnis, perlu adanya identifikasi, klasifikasi, dan melihat konsekuensi risiko bisnis untuk dapat merencanakan mitigasi risiko dan mengurangi dampak yang akan terjadi.

Setelah penyampaian materi, acara kuliah tamu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya jumlah pertanyaan dari peserta yang ingin mendiskusikan perihal peran SUCOFINDO dalam mengembangkan industri Agribisnis di Indonesia, standarisasi hasil panen buah kelapa sawit, peluang serta potensi untuk menciptakan pertanian modern, cara untuk mencipatakan pasar dengan memberikan highlight positive social and environmental impacts, serta usaha yang diperlukan untuk menciptakan bisnis agroindustry yang efektif dan efisien.

Pada sesi terakhir, acara pun ditutup dengan foto bersama dan ucapan terima kasih dari moderator atas ilmu dan wawasan yang telah diberikan oleh narasumber. Menurut Andi Afif, mahasiswa Rekayasa Hayati 2017, materi kuliah tamu yang diberikan sangatlah menarik, mulai dari overview agroindustri di Indonesia beserta dengan rantai pasoknya, serta penjelasan manajemen risikonya. Adanya studi kasus mempermudah meningkatkan permahaman terkait materi yang diberikan. Selain itu adanya diskusi lebih lanjut pada sesi terakhir mampu dijawab narasumber secara mendalam, sehingga memudahkan mahasiswa untuk lebih memahami bagaimana proses manajemen risiko secara nyata di dunia industri.

Berita Terkait

EnglishIndonesia