Mengenal Lebih Dekat Calon Mahasiswa Berprestasi Prodi Rekayasa Hayati 2021

Di tahun 2021, Program Studi Rekayasa Hayati kembali berpartisipasi dan mengirimkan calon mahasiswanya untuk diikutsertakan dalam pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat fakultas (SITH). Mahasiswa yang terpilih untuk menjadi perwakilan Prodi Rekayasa Hayati tentu tidak hanya menonjol dari sisi prestasi akademik saja, namun perlu ditunjang dengan prestasi non- akademik, seperti kemampuan berbahasa asing, pengalaman organisasi dan kepanitiaan, serta prestasi lomba di tingkat nasional dan internasional. Terdapat hal yang menarik pada proses seleksi mahasiswa berprestasi pada tahun ini, yaitu seluruh kandidat mahasiswa adalah perempuan. Berdasarkan hasil seleksi tahap pertama, terpilihlah tiga calon mahasiswa berprestasi, yaitu Angelica Wiliana, Nadia Delfi, dan Nadya Yasmin. Untuk menilai kemampuan bahasa asing dari ketiga kandidat, dilakukan proses wawancara bersama dengan Kaprodi (Dr. M Yusuf Abduh, M.T.) dan dosen kemahasiswaan (Lili Melani, Ph.D.) pada Kamis, 25 Februari 2021. Seluruh kandidat diberi berbagai jenis pertanyaan personality, kesuksesan dan pencapaian yang telah diraih, serta proyek di bidang Rekayasa Hayati yang sedang dilakukan. Meskipun seleksi tahun ini dilaksanakan secara daring, namun seluruh kandidat tetap dapat mengikuti proses seleksi dengan baik. Selain mengejar prestasi untuk mendapatkan nilai IPK yang baik, para kandidat juga aktif dalam pada kegiatan di luar kampus, seperti Kabinet Mahasiswa ITB (KM-ITB), mengikuti kegiatan kewirausahaan, mengikuti beberapa event, serta aktif pada kegiatan sosial.

Menurut Angel, selama dirinya berkuliah, ia memiliki banyak ide dan kegiatan yang dilakukan seperti aktif di MUN ITB, membuat start-up yang diberi nama Algateria, menjadi duta kampus, dan berbagai aktivitas lainnya. Dirinya memiliki 3 prinsip yang selalu dipegang dalam hidupnya, yaitu emphaty, sustainability, and inclusivity. Dengan prinsipnya tersebut, Angel sangat menyukai tantangan, hal itulah yang membuatnya ingin selalu aktif di berbagai kegiatan seperti menjadi konsultan atau mengikuti proyek sosial. Meskipun sulit untuk mencapai work life balances, menurutnya setiap kegiatan yang dilakukan harus dilakukan dengan enjoy, sehingga tidak menjadi beban. Angel yang menurutnya adalah seorang yang introvert, ingin selalu mencoba untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik untuk membuatnya keluar menjadi pribadi yang introvert melalui aktif berorganisasi, menjadi sekretasis di MUN ITB, menjadi duta kampus, atau menjadi moderator dalam suatu acara. Menurut angel, sukses adalah bagaimana dapat membuat orang lain bahagia, dan meskipun mengambil jalan pilihan yang berbeda dengan orang lain, harus mampu bertanggung jawab dan mendapatkan hasil yang terbaik dari keputusan yang telah diambil.

Sementara Nadi Delfi lebih memilih untuk aktif dan bergabung di Kabinet Mahasiswa (KM ITB) dan mengikuti berbagai acara kampus seperti Pemilu Raya. Selain aktif di organisasi, ia juga aktif di beberapa unit kegiatan mahasiswa, salah satunya adalah Unit Kebudayaan Jepang. Bersama dengan teman-temannya ia melakukan kolaborasi dengan mahasiswa univeritas lain membantu para mahasiswa yang sedang mempersiapkan untuk melanjutkan studi ke Jepang. Selain itu, ia juga aktif sebagai trainer untuk siswa SD dan SMP. Perempuan yang memiliki hobi di bidang seni seperti musik, video, dan melukis ini juga memilih aktif berorganisasi untuk membuatnya menjadi pribadi yang lebih bertanggungjawab serta melatihnya untuk mengatur waktu. Meskipun banyak sekali aktivitas yang ia lakukan, Nadia selalu memegang prinsip untuk selalu berkomitmen untuk dapat menyelesaikan semua agenda dan tugas yang ia miliki. Selain itu untuk membuatnya selalu bersemangat, ia pun memiliki role model yang menurutnya bisa selalu memberinya motivasi, sehingga dengan adanya motivasi tersebut dapat membuat dirinya menjadi pribadi yang dapat mengatur waktu dengan efisien. Menurutnya untuk menjadi pribadi yang sukses adalah dapat merasa bahagia terhadap diri sendiri, dan tidak selalu merasa kompetitif dengan orang lain dengan terus membandingkan kelebihan diri sendiri dengan kelebihan orang lain, serta perlu adanya keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan hari kemarin.

Menurut Nadya Yasmin, terdapat 3 kata yang dapat menggambarkan dirinya, yaitu nature, people, and growth. Ketiga kata tersebut tergambarkan oleh kegiatan yang saat ini sedang ia ikuti dengan tergabung dalam 4 (empat) proyek nasional untuk menunjang program SDGs (Sustainable Development Goals). Banyaknya kegiatan sosial yang diikuti membuatnya memperoleh Penghargaan Ganesha Karsa ITB pada tahun 2019. Selain proyek sosial, ia juga memiliki proyek yang berfokus di bidang public speaking yang dilaksanakan dalam bentuk workshop, karena menurutnya masih banyak mahasiswa di Indonesia yang belum merasa percaya diri dalam hal public speaking, padahal hal tersebut sangat penting untuk menunjang pendidikan dan karir. Seluruh kegiatan yang ia ikuti merupakan salah satu cara untuk membuat dirinya semakin berkembang, menjadi pribadi yang lebih kuat, serta meningkatkan kemampuannya untuk dapat berkolaborasi dengan orang lain agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu, melalui proyek yang ia kembangkan, secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuannya dalam hal public speaking menjadi lebih baik, serta membuatnya menjadi lebih nyaman saat berbicara dengan orang lain, dan membuatnya menjadi lebih mudah jika harus menyampaikan pendapat di depan orang banyak, sehingga dengan keterampilannya tersebut, ia pernah dipercayai untuk menjadi pembawa acara pada berbagai kegiatan seminar. Meskipun disibukan dengan berbagai aktivitas yang membuatnya kesulitan mengatur waktu, ia pun selalu rutin membuat jadwal yang ia catat dalam aplikasi, sehingga membuatnya lebih mudah mengatur waktu dan menyeimbangkan kehidupan sosial dan akademik.

Dengan adanya pemilihan mahasiswa berprestasi ini, diharapkan dengan banyaknya pengalaman yang sudah diikuti oleh mahasiswa dapat membuat mereka menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tangguh, dan dapat menginspirasi teman-teman lain untuk dapat mau lebih aktif pada kegiatan lain selain kegiatan akademik.

Berita Terkait

EnglishIndonesia