Juang Arwafa Cita, Mahasiswa Berprestasi Prodi Rekayasa Hayati 2018

Penulis : Fakhira Rifanti Maulana, S.T.


JATINANGOR, RH.SITH.ITB.AC.ID – Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tingkat Nasional sudah menjadi acara tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti. Di tahun 2018 ini, program studi Rekayasa Hayati kembali ikut berpartisipasi dengan mengirimkan calon mahasiswanya yang telah melalui rangkaian seleksi di tingkat program studi. Calon mahasiswa ini tentu tidak menonjol dari sisi prestasi akademik saja namun juga memperlihatkan kemampuan berbahasa asing, pengalaman organisasi dan prestasi yang diraih dari lomba tingkat nasional maupun internasional. Dari seleksi penilaian berkas dan tahap wawancara, akhirnya program studi Rekayasa Hayati menetapkan Juang Arwafa Cita (11215017) sebagai mahasiswa berprestasi Rekayasa Hayati tahun 2018.

Juang Arwafa Cita, Mahasiswa Berprestasi Rekayasa Hayati dengan Akademik yang Gemilang dan Segudang Prestasi

Juang Arwafa Cita atau yang biasa dipanggil sebagai Juang, merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang lahir di Jakarta pada 11 September 1997. Semenjak masuk kuliah, Juang sudah memiliki ketertarikan pada program studi Rekayasa Hayati sehingga tak heran jika ia berhasil menunjukkan antusiasimenya dengan mengikuti banyak kegiatan akademik dan non-akademik. Sebagai mahasiswa, Juang aktif di beberapa organisasi seperti divisi keprofesian HMRH, Boulevard ITB dan mengikuti berbagai macam kepanitiaan seperti Lab Tour Aku Masuk ITB, OSKM ITB, Olimpiade Jatinangor dan kepanitaan di himpunan. Selain itu, Juang juga memiliki prestasi akademik yang gemilang dengan IPK 3,78 dan bersama rekan timnya berhasil menorehkan prestasi di berbagai perlombaan tingkat nasional dan internasional. Beberapa prestasi tersebut diantaranya Juara 2 pada ITS Expo Paper Competition 2017, Juara 1 Biology on Science Aplication Paper Competition (BIONIC) 2017 di IPB dan Best Paper in International Engineering Student Conference 2017 di UI.

Motivasi yang ditularkan oleh teman-teman terdekatnya merupakan hal yang mendasari perjalanan Juang dalam mengikuti perlombaan. Menurutnya, teman-teman di program studi Rekayasa Hayati pun memiliki keinginan besar untuk berkarya. Di bangku perkuliahan, pengetahuan tentang rekayasa hayati dan konsep-konsep baru yang diajarkan dosen menjadi sumber inspirasi bagi Juang. Hal tersebutlah yang membuatnya sadar bahwa pengetahuannya di kuliah sangat potensial untuk diaplikasikan ke masyarakat dan mulai mengikuti banyak kegiatan perlombaan.

“Selama berkuliah saya jadi aware bahwa potensi pengetahuan tentang rekayasa hayati ini sangat besar untuk diaplikasikan. Namun, bagaimana agar pengetahuan ini sampai ke masyarakat? Saya dan teman-teman lalu menemukan bahwa cara pertama yang paling mudah untuk membawa pengetahuan tersebut ialah dengan mengikuti lomba. Dari situ, kami mulai merumuskan ide-ide, mempresentasikannya ke perguruan tinggi dan berbagi ilmu dengan teman-teman di jurusan dan universitas lain,” ujar Juang.

Aktivitas-aktivitas Juang selama di kampus tersebut memberikan pengalaman dan pembelajaran besar baginya. Pengalaman paling berharga bagi Juang selama perlombaan ialah bagaimana cara mengemukakan suatu ide dalam bentuk lisan (presentasi) dan tulisan (karya ilmiah) dengan baik. Proses itu di mulai dari mencari informasi tambahan untuk memperdalam ide, menerima masukan dari berbagai pihak, belajar dari keunggulan tim lain dan belajar dari masukan para dosen dan juri. Pembelajaran tersebut menjadikan Juang terus berkembang dan semakin mengasah idenya. Di samping itu, kegiatannya di organisasi dan kepanitiaan membuatnya belajar dalam hal berinteraksi satu sama lain. Menurutnya, selama menjadi panitia, Juang banyak berkoordinasi dengan teman di divisi lain sehingga hal tersebut sangat penting untuk menggapai harapan organisasi. Terlebih lagi, saat berada di tingkat 3 Juang diberi kesempatan untuk menjadi pimpinan redaksi Boulevard ITB yang menjadikannya belajar menjadi koordinator bagi rekannya untuk berhasil mencapai target yang diinginkan.

 

Juang mengaku bahwa terdapat beberapa kunci keberhasilan untuk sampai pada prestasi ini. Dalam mengikuti perlombaan, Juang dengan terbuka selalu mau belajar dari kakak tingkat yang lebih berpengalaman bahkan menjadi satu tim dengan mereka. Juang juga memanfaatkan fasilitas Advokasi Lomba Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) sebagai tempat belajar bagi dirinya. Selain itu, Juang selalu membagi aktivitasnya berdasarkan priotas, membuat lini masa harian, bulanan dan tahunan dan displin pada dengan lini masa tersebut. Hal ini membuatnya dapat mengaktualisasi diri di berbagai kesempatan. Kunci keberhasilan lainnya ialah menumbuhkan rasa keingintahuan. Juang pun menyatakan kebiasaan yang ia lakukan dalam menggali rasa ingin tahu tersebut.

“Saya biasanya ketika di kelas sering buka laptop. Setiapa dosen berbicara sesuatu yang menarik, saya langsung catat di buku atau dicari di internet. Setelah itu saya gali lagi karena biasanya ide penelitian didapat dari perkuliahan atau tugas. Dari sana saya dapat mengkonstruksi banyak ide,” jelas Juang.

Juang juga menuturkan harapannya pada seleksi mahasiswa berprestasi ini. Adanya PILMAPRES, membuat Juang berkeinginan untuk bertemu orang-orang yang lebih hebat dan berbagi pengalaman dengan mereka.

“Saya bersyukur dengan adanya seleksi ini. Saya berharap dapat jadi penyalur aliran transfer ilmu dari orang-orang hebat tersebut pada teman-teman saya. Untuk teman-teman yang lain juga semoga selalu semangat”, tuturnya.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish